Sabtu, 18 Oktober 2008

Hans Harms 6: Dua Perspektif (dari India dan Eropa) pada Perencanaan Carbon Neutral World, (Tulisan6)

KampungBio: Tulisan 6 dari 7

Meletakkan dasar pemikiran BioVillage
untuk kawan-kawan BScC
(Konferensi SCUPAD 15 – 18 Mei 2008
Hans Harm:

Planning for a Carbon Neutral World: Challengers for Cities and Regions

Pada tahun 1997 setiap orang di 990 desa di Kerala dan 62 wilayah perkotaan membuat laporan, setebal 50 hingga 200 halaman. Laporan mereka berisi sejarah lokal dan termasuk statistic dasar yang dikumpulkan dari berbagai kantor pemerintah dituangkan ke dalam gambaran yang mudah dimengerti tentang masyarakat lokal dan sumber daya mereka sendiri.

 

Peta sumber daya dan jalan-jalan memberikan informasi tentang zona ekologi tingkat lokal untuk digunakan menyusun perencanaan ke depan. Keterlambatan kelompok kerja dalam melengkapi pekerjaan memperlambat kampanye secara keseluruhan. Banyak kelompok kerja kelelahan dan bimbang dengan proyek itu, bagaimanapun, dan desa yang terpilah dan dewan kota bekerja atas dasar pemilihan prioritas menurut besarnya bantuan pemerintah yang mereka harapkan. Kontroversi terjadi saat mentutntaskan rencana dan di sana juga terjadi percekcokan lanjutan dengan pejabat pemerintah mengenai batas antara kampanye masyarakat dan mesin pemerintahan regular. Dana yang berasal dari anggaran pemerintah dibayarkan pada dewan lokal setelah proyek assessment.

 

Pada pertengahan implementasi, pemilihan nasional dilaksanakan. Koalisi kampanye tentative yang dibentuk mulai menghilang. Kaum oposisi memperkirakan bahwa kelompok kiri mencoba untuk meraih manfaat politik dengan mengambil kredit dengan menaikkan desentralisasi. Media konservatif meluncurkan serangan yang menyakitkan pada kampanye rakyat dan proses implementasinya yang sangat terganggu. Tetapi assessment yang dibuat untuk kampanye dan menghasilkan kesimpulan bahwa kemajuan pada dua tahun pertama telah berhenti. (Lihat: Isaac and Franke, 2000, New Delhi, Local Democracy and Development, p.181 ff):

 

"Hampir 2 juta orang diuntungkan dengan mendapat benih, bibit tanaman, pupuk, dan keuntungan-keuntungan lainnya di sektor pertanian, sementara 168.552 sapi dan 125.481 kambing telah didistribusikan. 54.712 rumah, 20.344 kandang sapi dan 136.110 lentera telah dibuat. 24.931 sumur telah digali dan 9.256 kran air telah dipasang. 8.635 kolam telah dibersihkan atau dikeruk lumpurnya. 4,743 km jalan diperbaiki, 989 gorong-gorong dan 425 jembatan telah dibangun."

 

Untuk menjawab kritik yang mulai membesar oleh partai oposisi dan sebagian media, dibuat People's Development Festival satu hari yang diorganisir oleh 150 desa mengetengahkan apa yang sudah mereka lakukan.

 

Program tahun berikutnya kemudian diperbaiki, masyarakat dan para pengorganisirnya belajar sambil berbuat. Learned by doing, perencanaan telah didemystified, buku petunjuk detail telah produksi untuk lokakarya sektoral, universitas-universitas dilibatkan, lebih banyak perempuan dipilih dan dilatih untuk menjalankan program, kerjasama lebih diperkuat, sejak itu bank komersial yang pernah menolak mulai dilibatkan.

 

Eksperimen skala kecil di berbagai daerah menunjukkan bahwa rencana pembangunan yang diterapkan pada sekitar daerah tangkapan air bisa menghasilkan perbaikan kemampuan sangat dramatis dalam produktivitas air minum dan tanaman. Kampanye Rakyat di Kerala mulai mengembangkan, rencana pembangunan terpadu daerah tangkapan air secara keseluruhan. Pada tiga tahun pertama dari kampanye telah banyak tanah dijadikan sebagai tambahan peroduksi makanan, bertambah 5,65% melebihi daerah budidaya pada tahun sebelumnya. Itu termasuk kawasan reklamasi daerah tangkapan air yang seringkali dilalui irigasi skala kecil.

 

Di Tamil Nadu, negara bagian tetangga Kerala, dua tempat lainnya dan program yang bisa disebut sebagai tempat inovasi perbaikan pertanian lokal dikembangkan, diterapkan dan diajarkan (Saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi keduanya saat sebelum perjalanan study ke Selatan India pada Februari./Maret 2007 atas arahan dari Klaus Liebig dan Koshi M. John):

 

Pertama, Swaminathan Research Foundation di Pondicherri pada tahun 1991 mengajukan program pembangunan yang bertumpu pada pembangunan manusia yang dikenal sebagai "Biovillage Model" yang merupakan kombinasi konservasi sumber daya alam dan pemberdayaan masyarakat melalui penghapusan kemiskinan dan pemberdayaan kaum perempuan. Awalnya program itu dijalankan pada 3 desa dengan dukungan dari ADB dan International Fund for Agricultural Development.

Tujuan proyek adalah bekerja dengan rumah tangga yang ada di bawah garis kemiskinan yang ada di desa yang dipilih. Arah pembangunan nasional umumnya meninggalkan masalah utama yang ada di kawasan pedesaan, oleh karena itu program ini di arahkan untuk menyelesaikan masalah tersebut: meningkatnya jumlah perempuan dan anak-anak yang terkena dampak kemiskinan, meningkatnya angka malnutrisi di kalangan anak-anak, pertumbuhan ekonomi secara umum tanpa menciptakan lapangan kerja, meningkatnya jurang antara si kaya dan si miskin terutama di kawasan pedesaan, meningkatnya kerusakan sistem dasar pendukung kehidupan utama seperti kepemilikan atas tanah, air, hutan, dan keanekaragaman hayati, dan sebagainya. Konsep Biovillage termasuk membangun "Biocenters" yang akan dijalankan oleh "masyarakat Biovillage" yang disusun oleh stakeholder penting, yaitu semua keluarga pedesaan dan anggotanya. Pengalaman dalam skema pembiayaan pembangunan desa secara eksternal maupun nasional menunjukkan bahwa seringkali kegiatan berhenti ketika lembaga dana dari luar dihentikan. Dengan demikian strategi ketika pendanaan dana dihentikan harus juga dibangun dalam desain proyek. Semua itu didasarkan pada usaha membangun kapasitas keluarga pedesaan dalam mengelola usahanya sendiri. Termasuk membangun suara dan kepemimpinan yang baru di dalam masyarakat.

 

"Biocenter" menjalankan fungsi-fungsi seperti: membuka jalan untuk mendesentralisasikan produksi dengan menentukan kunci pelayanan yang terpusat, hal ini akan memberikan informasi penting tentang produksi dan pasar, akan menggambarkan kebutuhan infrastruktur utama untuk pelatihan, networking, dan pengambangan kapasitas, "biocenter" akan menyediakan tempat untuk berkumpul dalam bertukar pengalaman dan ide, juga merupakan fasilitas penting untuk mengefektifkan fungsi dari para pendukung masyarakat Biovilage. "Biocenter" akan menjadi poros penggerak dari gerakan "Biovillage". Secara pelahan-lahan rencana ini akan dikelola oleh keluarga itu sendiri. Setiap "biocenter" terdiri dari suatu daerah besar yang mempunyai kegiatan produksi yang berbeda-beda (kolam ikan, fasilitas palayanan misalnya untuk perawatan kesehatan hewan, metode pembuatan makanan ternak, proses pengolahan jamur, badan kontrol biologis, dan sebagainya.) Merupakan focal point dari pengembangan teknologi, uji coba varietas tanaman sebelum diterapkan ke masyarakat, pelatihan tentang berbagai usaha kecil dan pengelolaan kredit kecil. Juga merupakan pusat pengetahuan untuk sustainabilitas keamanan pangan.

 

Pada tahun 1995, program telah diperluas meliputi 19 desa di kawasan Pondicherry dengan dukungan dari UNDP, juga the Hunger Project of Japan, Swedia, dan India. Direncanakan untuk meliput semua dari 270 desa di daerah teritori Pondicherry menjadi Biovillage.

 

Daerah kedua yang menjadi proyek adalah Universitas Perempuan Perivar di Thanjavur yang sudah berdiri sejak 20 tahun yang lalu. Semua mahasiswa dan profesor di sana adalah perempuan. Ini dibentuk terutama untuk mempromosikan peningkatan kemampuan pembangunan desa yang ramah lingkungan, dan melatih kaum perempuan dalam teknologi dan manajemen yang tepat guna dan sustain. Sekitar 3500 perempuan setiap tahun dilibatkan dalam program. Penelitian dilakukan dan eksperiman dibuat untuk memperbaiki produksi dan penggunaan biogas, pengembangbiakan dan pemeliharaan ternak (kelinci, kambing, babi, dsb.) Perbaikan benih secara biologis dan metode intensifikasi padi diajarkan termasuk dalam penggunaan biopestisida. Mahasiswa juga diajarkan untuk mengajar perempuan lainnya yang mempunyai pendidikan rendah di pedesaan untuk bisa menjadi cakap dalam pembangunan masyarakat di pedesaan.

 

(Bersambung ke tulisan 7...)