Sabtu, 18 Oktober 2008

Hans Harms 5: Dua Perspektif (dari India dan Eropa) pada Perencanaan Carbon Neutral World, (Tulisan5)

KampungBio: Tulisan 5 dari 7

Meletakkan dasar pemikiran BioVillage
untuk kawan-kawan BScC
(Konferensi SCUPAD 15 – 18 Mei 2008
Hans Harm:

Planning for a Carbon Neutral World: Challengers for Cities and Regions

Saya kemukakan di sini beberapa kutipan statemen Civil Society dari Johannesburg:

(Lihat: www.greenmediatoolshed.org/news/item.)

 

"Laporan menunjukkan akan tumbuhnya consensus di antara masyarakat ilmiah global dan banyak negara-negara yang memandang industri dengan paradigma lama, energi intensif dan pertanian menggunakan racun sebagai suatu konsep masa lalu. Pesan kunci dari laporan tersebut adalah bahwa para petani skala kecil dan metode pertanian ekologis memberikan jalan ke depan untuk mencegah terjadinya krisis bahan pangan saat ini dan mempertemukan kebutuhan komunitas lokal. Untuk pertama kali, suatu assessement pengetahuan global independent yang dimiliki petani dan dengan kondisi lingkungan dan fungsi sosial yang sangat beragam, dan dari itu bangsa-bangsa dan masyarakat memperoleh hak untuk menentukan secara demokratis makanan dan kebijakan pertanian terbaik untuk mereka sendiri."

 

"Peroses IAASTD sendiri telah terbagi-bagi, ada negara-negara, lembaga penelitian tekemuka, industri, dan masyarakat sipil saling berbagi tanggung jawab dalam peranannya dan penerapannya. Keberhasilannya bisa dibuktikan bahwa partisipasi masyarakat sipil sebagai partner sepenuhnya dalam proses antar negara yang sangat kritis dalam pertemuan-pertemuan di abad 21 ini".

 

"Canada, Australia, Inggris, dan AS belum mau menandatangani laporan akhir. Setelah air mata jatuh berlinang, formulasi beberapa kunci yang ditemukan selama pertemuan di Johannesburg, AS masih menyatakan bahwa assessment yang dibuat tidak seimbang. Pernyataan tidak berdasar yang sama juga datang beberapa bulan sebelumnya dari industri kimia pertanian dan bioteknologi."

 

Dalam bagian akhir bab ini, akan ditunjukkan beberapa contoh penting tentang bentuk-bentuk inovatif dari perencanaan lokal dan produksi pertanian yang ramah lingkungan yang berasal dari lingkungan masyarakat yang terus berlangsung tanpa ada migrasi masyarakatnya ke perkotaan, sebagaimana yang saat ini mereka terapkan dan menjadi contoh bagi di lokasi lainnya dan juga universitas-universitas di Kerala dan Tamil Nadu di India Selatan.

 

Di negera bagian Kerala, India (dengan populasi 31 juta) rencana desentralisasi telah diusulkan sejak tahun 1970an dan mendapat momentum pada tahun 1980an. Selama dua decade itu banyak kelompok bisa mengambil pelajaran dengan jalan try and error untuk memobilisasi kelompok besar masyarakat untuk berpartisipasi dalam kampanye politik memperjuangkan keadilan sosial. Promotor dari the People's Campaign for Decentralized Planning (PCDP) menggambarkan pengalaman yang panjang dari NGO, koperasi, dan badan pemerintah di negara bagian itu. Mereka juga menggambarkan bahwa dalam 15 tahun adalah masa yang panjang untuk pekerjaan teoritis. Kampanye itu mungkin merupakan eksperimen terbesar dalam demokrasi tingkat lokal dan penguatan lokal yang bisa digunakan di dunia saat ini. Kerala diketahui mempunyai tingkat melek huruf yang tinggi (lebih dari 95% termasuk kaum perempuan), demikian juga umur harapan hidup dan partisipasi politik. Koalisi sayap kiri partai democrat, termasuk partai komunis, telah berlangsung sejak independensi setelah beberapa kali pemilihan (diselingi dengan periode ketika partai kongres memenangkan pemilihan) dan mempengaruhi iklim politik melalui reforma agrarian dan program pendidikan yang menyebar luas.

 

Pada tahun 1987 menteri Left Democratic Front (LDF) dibentuk dengan nama "New Democratic Initiative", secara lokal memenangkan pemilihan dewan di tingkat distrik, mengkampanyekan melek huruf secara masal, "program pemetaan sumber daya rakyat" untuk mengajarkan desa bagaimana mengevaluasi sumber daya lokal mereka sendiri dan di bagian Utara Kerala model perencanaan lokal telah menyeluruh dikembangkan untuk kepedulian pada tujuan  sosial, ekonomi, dan lingkungan. Ketika LDF terpilah menjalankan pemerintahan pada tahun 1996 sampai 2001, rencana desentralisasi diterapkan dengan cara koalisi, termasuk banyak orang dari para intelektual oposisi dan independent. Kampanye masyarakat mulai dengan pertemuan-pertemuan lokal antara Agustus dan Desember 1996, hampir 3 juta orang saling bertemu dengan tetangga-tetangganya, mendengar keluhan mereka, dan memilih kelompok bahasan untuk membuat arena dalam proses perencanaan lokal.

 

(Bersambung ke tulisan 6...)