Rabu, 09 April 2025

Toilet Sehat

 










Hans Harms 4: Dua Perspektif (dari India dan Eropa) pada Perencanaan Carbon Neutral World, (Tulisan4)

New Page 1

KampungBio: Tulisan 4 dari 7

Meletakkan dasar pemikiran BioVillage
untuk kawan-kawan BScC
(Konferensi SCUPAD 15 – 18 Mei 2008
Hans Harm:

Planning for a Carbon Neutral World: Challengers for Cities and Regions

Apa yang harus dilakukan?

 

Kaitan masalah antara perkotaan dan pedesaan perlu dianalisa secara global, tetapi dalam kaitannya dengan manifestasi perbedaan yang ditunjukkan oleh lokal. Sangat penting untuk mempertimbangkan variasi situasi pedesaan lokal yang sangat besar, akar budaya mereka dan asal usul mereka, dan untuk mengembangkan solusi lokal yang dapat diterima pada kondisi lokal dan dengan partisipasi para actor lokal. Menyeragamkan dan menduga-duga bahwa regulasi global 'tepat untuk semua' untuk suatu dugaan 'pasar bebas' produk pertanian yang disusun oleh organisasi internasional harus segera diubah. Sistem regulasi saat ini mustahil dan sangat tidak adil serta memberi dampak kontra produktif:

Hanya menguntungkan pada para 'pemain global', pelobi pertanian di Uni Eropa dan AS, perusahaan perdagangan besar dunia, perusahaan produsesn kimia dan GM tingkat dunia, speculator keuangan yang bermain-main dengan produk pertanian pada commodity futurea exchanges (yaitu spekulasi membendung yang dilakukan para fund managers dalam mengarahkan yang akan terjadi 'future' di Chicago. Lihat: Der Spiegel 17, 2006 p. 108-112).
  • Meningkatkan krisis cuaca yang menghasilkan emisi CO2 sangat tinggi, di tingkat lokal dari mulai penggunaan pupuk kimia yang sangat tinggi (yang diproduksi dari minyak bumi) dan teknologi tinggi yang digunakan dengan metode produksi untuk pertanian mono-kultur. Metode itu umumnya menghasilkan produksi panen per hektar sangat tinggi untuk produk yang seragam, akan tetapi kondisi lingkungannya rusak dan biaya sosial tidak bisa dihitung kegunaannya. Mereka memperkecil jumlah buruh pertanian dan menghancurkan hubungan antar orang-orang pedesaan di nehagara dunia ketiga. Mereka menebar polusi di tanah lokal, air, dan hutan. Kebutuhan mereka akan pasar global dan jaringan transportasi sekali lagi meningkatkan emisi CO2.
  • Menghancurkan efisiensi lokal skala kecil produksi pertanian yang mempunyai keragaman biologi sangat tinggi yang didasarkan pada kehidupan pedesaan dan keluarga petani untuk konsumsi lokal yang mengurangi kebutuhan transportasi. Di India (dan negara-negara dunia ketiga lainnya) itu juga menghancurkan kehidupan dan hidup para petani lokal, mendorong mereka masuk ke dalam reruntuhan dan seringkali mendorong mereka bunuh diri atau perpindahan besar besaran dari desa ke kota dan mesuk ke dalam kondisi kehidupan informal yang kumuh dan seringkali juga kondisi ekonomi yang informal dan subsisten.

    Perbedaan paradigma produksi pertanian, pertukaran, dan konsumsi diperlukan untuk tujuan seperti:

    Mengurangi kelaparan pada situasi lokal melalui peningkatan produksi bahan pangan lokal yang secara ecology ramah lingkungan.
  • Mengurangi emisi CO2 secara lokal dan global melalui pengurangan penggunaan pupuk kimia dan mengurangi transport global,
  • Meningkatkan dan mempertahankan keanekaragaman hayati, memperbaiki rantai produksi pertanian secara lokal untuk konsumsi lokal yang menjaga dan memberikan lapangan kerja.
  • Meningkatkan kualitas hidup dan bahan pangan dengan variasi yang sangat besar berdasarkan pada situasi lokal.

     

    Tujuan tersebut secara global masih relevan, tetapi sangat penting terutama untuk negara-negara sedang berkembang karena masih sangat banyak populasi yang tinggal di daerah pedesaan, dan merupakan tempat tenaga kerja yang memungkinkan secara formal diorganisir untuk pekerjaan di perkotaan yang sudah berkurang sangat banyak dan ekonomi orang-orang migrant dari pedesaan di kota yang secara informal sulit umumnya hidup dalam situasi yang buruk.

     

    Pertanian di Eropa dan AS juga harus berubah. Dibutuhkan struktur subsidi yang berbeda terutama yang bisa mendukung ekosistem dan keluarga petani yang ramah lingkungan, serta mendukung pelestarian lingkungan. Sistem subsidi saat ini sangat menguntungkan industri pertanian skala besar, industri kimia, dan jaringan toko dan supermarket yang besar, semuanya harus diubah. Komisi Pertanian Uni Eropa setiap tahun mendistribusikan 50 milyar Euro untuk petani Eropa, rencananya itu akan tetap berjalan sampai tahun 2013.  Mereka semua memahami tentang krisis kebijakan subsidi tersebut, dan mulai mereformasi pada tahun 2003. Subsidi untuk meningkatkan produksi diubah dengan pendekatan baru yang lebih menjadi peduli dan melindungi lingkungan. Akan tetapi lobi para petani termasuk menteri pertanian Jerman menentang beberapa kriteria ekologi untuk pertanian dan juga menentang pengurangan subsidi untuk industri pertanian skala besar. (Lihat: Die Zeit, Nr. 19. 30.4. 2008, p.25. Schuld am Elend)

     

    Pada bulan April tahun ini, PBB mensponsori dibuatnya final report on the future of agriculture yang telah diluncurkan dengan publikasi yang sangat luas di media internasional. Konferensi di Johannesburg telah mencapai puncak kerja selama empat tahun dengan 400 ahli pertanian, termasuk wakil dari organisasi-organisasi lokal. Robert Watson, penasehat tertinggi dari pemerintahan Inggris dalam mempertanyakan iklim dan lingkungan, telah menjadi direktor IAASTD, International Assessment of Agriculture Science and Technology for Development. Evaluasi yang bijaksana untuk ratusan studi telah menjawab kontroversi mengenai teknologi genetic dan ekologi produksi dalam pertanian dan mengajukan rekomendasi mengenai cara penelitian yang terbaik untuk membantu petani di negara-negara sedang berkembang. Pada akhirnya, internasional konferensi di bawah bantuan beberapa badan PBB dan Bank Dunia, ilmuwan, para activist, NGO, perusahaan, dan perwakilan pemerintah, bertemu selama hampir satu minggu di Afrika Selatan untuk berdebat mencari solusi dan consensus dari masalah yang rumit dan menjengkelkan dari pertanian global, perubahan iklim, kelaparan, kemiskinan, kekuatan dan pengaruh. Pada hari terakhir, 55 negara menyetujui IAASTD final report, mengatasi kesulitan negosiasi dan menerima kedatangan wakil dari industri kimia pertanian.  

     

    Laporan yang disetujui adalah perhitungan yang bijaksana mengenai kesalahan industri pertanian. Menghimbau agar dilakukan perubahan yang mendasar pada cara-cara bertani yang sudah berjalan selama ini, memberi harga bahan pangan, mengatasi kelaparan, ketidak adilan sosial, dan bencana lingkungan.

     

    (Bersambung ke Tulisan 5…)