Kamis, 02 Januari 2014

Selain Tanjung Puting, juga ada Kampung Konservasi Yayorin


Selain Tanjung Puting, juga ada Kampung Konservasi Yayorin


Di Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, banyak orang mengenal Taman Nasional Tanjung Puting karena di sana ada Orangutan, satwa yang sudah sangat langka dan di seluruh dunia hanya ada di Kalimantan dan Sumatera. Untuk mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting, pintu utamanya adalah Pangkalan Bun, ibu kota kabupaten Kotawaringin Barat.

 Ada bandar udara di Pangkalan Bun yang menghubungkan kota kecil ini dengan Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Jogjakarta. Setiap hari ada penerbangan dari Jawa menuju Pangkalan Bun yang dilayani oleh dua perusahaan penerbangan.

Selain Taman Nasional Tanjung Puting, di Pangkalan Bun ada Kampung Konservasi  Yayorin. Namanya Kampung, tapi tempat ini sebenarnya adalah lokasi pendidikan lingkungan yang dibuat oleh Yayorin sebagai wahana pembelajaran masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola lingkungan, termasuk bagaimana melestarikan orangutan.

Lokasinya tidak luas, kurang dari satu hektar, tetapi di tempat itu ditunjukkan secara nyata, bagaimana sumber air harus dilestarikan, bagaimana bercocok-tanam secara alami, bagaimana mereka memanfaatkan sumberdaya air untuk budidaya perikanan. Ada instalasi digester biogas yang juga mampu menunjukkan bagaimana masyarakat bisa mengelola sumberdaya energi terbarukan untuk kepentingan rumah tangga.

Kampung Konservasi Yayorin adalah wahana tempat masyarakat belajar. Yayorin atau Yayasan Orangutan Indonesia, adalah organisasi nirlaba yang mengkapanyekan pelestarian orangutan terutama untuk masyarakat lokal dan mencegah konflik antara manusia dengan orangutan. Area kegiatan kampanye Yayorin cukup luas dan menjangkau kabupaten terpencil di Kalimantan Tengah, seperti Sukamara dan Lamandau yang berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat.

Dari berbagai kegiatan Yayorin dapat diketahui, bahwa penyebaran orangutan di Kalimantan Tengah cukup luas dan sangat mendesak untuk segera dibuat penanganan pelestarian orangutan yang lebih nyata. Ancaman terhadap orangutan sangat nyata, terutama berkaitan dengan penggunaan lahan untuk perkebunan yang semakin besar.

Manfaat ekonomi yang berkaitan dengan perkebunan seperti sawit dan karet secara langsung akan berbenturan dengan usaha pelestarian orangutan. Lembaga seperti Yayorin harus mampu menunjukkan bahwa melestarikan orangutan dan habitatnya juga dapat meningkatkan manfaat ekonomi yang besar bagi masyarakat lokal.

Jika berkunjung ke Pangkalan Bun, jangan lupa berkunjung ke Kampung Konservasi Yayorin. Di sana bisa ditarik pelajaran berharga, bahwa pendidikan lingkungan sangat mendesak dan bagaimana pengurus Yayorin bekerja keras meyakinkan pada masyarakat luas, untuk tujuan yang mulia dalam melestarikan orangutan dan habitatnya. Di Kampung Konservasi Yayorin juga tersedia penginapan yang tentu tarifnya terjangkau meskipun jumlah kamarnya hanya empat unit. (BRS)