Sabtu, 18 Oktober 2008

Setelah penelitian yang panjang sejak tahun 1987, dan 1988, akhirnya pada tahun 1989 BScC membuat Master Plan Program Pengembangan Kawasan Taman Nasional Gunung (TNGH) Halimun Jawa Barat. Itu bukan pekerjaan yang mudah, sudah banyak waktu, tenaga dan biaya dihabiskan. Ketika usulan untuk membuat Taman Nasional ternyata bisa diwujudkan, BScC harus mempersiapkan, keuntungan apa yang harus diperoleh untuk masyarakat lokal. Maka jadilah Master Plan Program Pengembangan Kawasan Taman Nasional Gunung (TNGH) Halimun Jawa Barat.

Model pemikiran yang ingin diterapkan oleh BScC saat itu ternyata sangat dekat dengan pemikiran MS Swaminathan Research Foundation (MSRF) melalui program yang mereka sebut sebagai BioVillage. Ketika berbincang dengan Kang Endang Sukara, beliau sangat terkesan saat  LIPI mengundang mantan Presiden India Abdul Kalam mempresentasikan program BioVillage yang sangat besar perannya dalam membangun pedesaan India. Dasar pemikiran program BioVillage adalah kemandirian desa, seperti yang pernah dicetuskan oleh Mahatma Gandi di India.

Dalam tulisan Gunawan Wiradi (2008) berjudul Menyambung Keterputusan Sejarah, masalah agraria kita, mengemukakan: Dalam masa pemerintahan Presiden Soekarno, arah kebijakan negara dengan sederhana tapi jelas, diringkaskan menjadi: "Berdaulat dalam politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan" (dikenal sebagai "Tri Sakti"). Namun semenjak berkuasanya Orde Baru, walaupun dibungkus dengan rumusan yang berbelit, esensi dari kebijakan negara berubah seratus delapan puluh derajat, menjadi: "menghanyutkan diri di bidang politik, bergantung di bidang ekonomi, dan menelanjangi diri di bidang kebudayaan".

Terjemahan yang apa adanya dari tulusan Hans Harms dengan judul Two Perspectives (from India and Europe) on Planning for a Carbon Neutral World, Focus on Agriculture yang disampaikan pada Konferensi SCUPAD 15 – 18 Mei 2008, adalah gambaran yang sangat jelas tentang kondisi pedesaan India dan usahanya dalam membenahi diri untuk menghadapi masalah globalisasi yang dihadapinya. Tulisan itu sangat inspiratif bagi kita yang menggeluti bidang keilmuan Biologi. Betapa kaya sumber daya biologi di Indonesia. Seharusnya kekayaan biologi bisa menjadi tumpuan bagi kemakmuran bangsa. Indonesia menjadi KampungBio yang makmur, "gemah ripah loh jinawi"

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa berkenan membuka faedah tulisan itu....

Bambang Ryadi Soetrisno